Menu

Mode Gelap
Projo Kota Metro Sepakat Menangkan WaRu Ketua DPRD kota Metro Minta jaga Kondusifitas Jelas Pemilu 2024 Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau

Collection · 27 Jul 2024 17:47 WIB ·

Rapat Paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro


 Rapat Paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro Perbesar

METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menargetkan pada tahun 2025 sampai tahun 2045 pendapatan perkapita kota setempat naik dari 49,32 juta menjadi 72,05 juta pertahun.

Hal ini dikatakan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam jawabanya atas pandangan umum fraksi DPRD Metro saat rapat paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro tahun 2025-2045, Jumat (26/7).

Wahdi mengatakan, peningkatan pendapatan per kapita tersebut terdiri dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Metro, produksi perikanan berjumlah 250,73 ton per tahun dan kontribusi PDRB industri pengolahan 15,54 persen.

“Peningkatan pendapatan per kapita itu akan dicapai melalui upaya pembangunan antara lain pembangunan infrastuktur, dukungan sektor UMKM, peningkatan investasi daerah, pembangunan SDM dan lainya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2023 ini bersarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan per kapita Kota Metro sebesar Rp.45.236.830. Nilai ini merupakan nilai PDRB Kota Metro yang dihitung atas dasar harga berlaku (ADHB) setiap tahun.

“Sedangkan nilai Rp.29.907.123 merupakan nilai PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan (ADHK) serta faktor yang mempengaruhi perkembangan harga barang dan jasa,” jelasnya.

Selain itu, dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan tahun 2025-2045, Pemkot Metro memproyeksikan tingkat kemiskinan di Bumi Sai Wawai juga turun menjadi 2 persen, lalu rasio gini (indeks) atau kesenjangan pendapatan antar penduduk sebesar 0,202 sampai 0,197.

“Kemudian kontribusi PDRB Kota Metro terhadap PDRB Provinsi Lampung sebesar 2,50 persen,” ucapnya.

Wahdi menuturkan, dalam RPJPD Kota Metro tahun 2005-2025 angka kemiskinan di Bumi Sai Wawai pada tahun 2025 yang ditargetkan sebesar 8,47 persen. Namun pada tahun 2023 ini persentase penduduk miskin telah mencapai angka 7,28 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa capaian pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkot Metro sudah lebih rendah daripada pemerintah pusat maupun provinsi,” paparnya.

Tal hanya itu, kedepan Pemkot ingin agar kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional Kota Metro meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya indeks daya saing daerah menjadi 4,940.

“Dan pada tahun 2045 indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro di kisaran 83,51 sampai 85,13. Selain itu kita juga ingin emisi gas rumah kaca (GRK) Metro pada tahun 2045 turun hingga 93,17 persen,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Author

Baca Lainnya

Warga sekitar TPAS Karangrejo mengharapkan kompensasi dari Pemkot Metro.

17 July 2026 - 09:08 WIB

Sah! Pojka News Room Jaga Desa SMSI Lampung Resmi Dibentuk

16 July 2026 - 08:49 WIB

Terpilih Aklamasi, Abdul Rohman Nakhodai Ketua SMSI Tulang Bawang Periode 2026 – 2029

4 July 2026 - 14:37 WIB

Airsoft Lampung Rebut Tiga Medali di Kejurnas II Jakarta

28 June 2026 - 12:12 WIB

Nomor WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Kadis Kominfo Metro Beredar

17 June 2026 - 03:33 WIB

Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Rapat Pemantapan Sarasehan Jilid 2

8 June 2026 - 04:21 WIB

Trending di Collection